Cara Mengatasi Keragu-raguan dalam Agama

Cara Mengatasi Keragu-raguan dalam Agama

bersama: Al-Ustadz Qamar Su’aidi, Lc

 

Saya bingung dengan keadaan saya, Ustadz. Saya sering tertimpa keragu-raguan dalam agama, padahal jelas-jelas kebenaran Islam itu, dan saya sudah dikasih tahu doanya,Amantu billahi wabirusulihi.” Adakah cara lain agar keragu-raguan saya hilang? Saya tidak ingin keimanan saya terkikis/hilang, saya takut. Tolong beri jawaban solusinya. Jazakallahu khairan.

Jawaban:

Lawanlah terus perasaan semacam itu dengan kata-kata tersebut. Sebab, Nabi n bersabda:

لَنْ يَدَعَ الشَّيْطَانُ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ؟ فَيَقُولُ: اللهُ. فَيَقُولُ: فَمَنْ خَلَقَكَ؟ فَيَقُولُ: اللهُ. فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ اللهَ؟ فَإِذَا حَسَّ أَحَدُكُمْ بِذَلِكَ فَلْيَقُلْ: آمَنْتُ بِاللهِ وَبِرُسُلِهِ

“Setan tidak akan meninggalkan untuk datang kepada salah seorang di antara kalian lalu berkata, ‘Siapakah yang menciptakan bumi? Ia akan menjawab, ‘Allah.’ Lalu setan akan mengatakan, ‘Siapa yang menciptakanmu?’ Ia menjawab, ‘Allah.’ Setan akan mengatakan lagi,Siapa yang menciptakan Allah?Apabila salah seorang di antara kalian merasakan hal tersebut, katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah dan para rasulNya.” (HR. Ibnu Hibban dari Aisyah x)

Untuk membantu menghilangkan keraguan tersebut, bacalah buku-buku tentang mukjizat dan bukti-bukti kenabian Nabi Muhammad n. Misalnya, berita-berita kenabian yang beliau sampaikan. Sebagai contoh saja, berita wafatnya tiga orang panglima perang beliau waktu Perang Mu’tah. Beliau telah menyampaikannya kepada kaum muslimin di Madinah padahal pasukan masih di Syam. Dari mana beliau mendapat berita kalau bukan dari wahyu? Begitu pula berita kematian an-Najasyi di Ethopia, beliau sampaikan di Madinah di hari kematian tersebut, tanpa alat komunikasi seperti sekarang. Dari mana kalau bukan wahyu?

Bahkan, berita terkait hal-hal yang akan datang, bahwa Umar akan syahid, mati terbunuh, Utsman syahid, mati terbunuh, Ali mati terbunuh, Husain mati terbunuh di Karbala, dan al-Hasan mendamaikan dua kelompok besar. Semua berita itu terjadi sesuai dengan apa yang beliau kabarkan. Dari mana semua itu kalau bukan dari wahyu?
Bahkan, tanda-tanda hari kiamat pun telah banyak yang terjadi sesuai berita yang beliau sampaikan. Jangan sampai kita membiarkan setan mengganggu keyakinan kita.
Semoga Allah l mengokohkan iman kita sampai kita berjumpa dengan-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 1 =