Isim yang Tidak Bisa Disharf (اَلْاِسْمُ غَيْرُ الْمُنْصَرِفِ)

Al-Ustadz Abu Bakar Abdullah
الدَّرْسُ الْحَادِيَ عَشَرَ
(Pelajaran Kesebelas)
اَلْاِسْمُ غَيْرُ الْمُنْصَرِفِ
(Isim yang Tidak Bisa Disharf)
Pembaca setia Qonitah, semoga Allah memuliakan dan merahmati kita semua, bahasan kita kali ini masih berkaitan dengan isim. Pernah kita lalui pada pelajaran-pelajaran sebelumnya bahwa ada beberapa isim yang tidak menerima tanwin. Pernah kita pelajari pula, ada isimisim yang ketika didahului/dimasuki huruf jar, tidak diakhiri dengan kasrah sebagaimana keharusan akhir isim tersebut. Akan tetapi, akhir isim tersebut adalah fathah. Untuk mengetahui lebih jauh hal-hal di atas, mari kita telaah bahasan berikut.
 
Pengertian Isim yang Tidak Menerima Sharf (Isim Ghairu Munsharif)
Isim ghairu munsharif adalah isim yang tidak menerima tanwin dan tidak menerima jar dengan kasrah, tetapi dijar dengan fathah.
Contoh:
bahasa-arab-12
Penjelasan:
  • Pada contoh-contoh di atas, kata-kata مُحَمَّدٌ, زَيْدٌ, خَالِدٌ menggunakan tanwin. Adapun kata-kata أَحْمَدُ, عُمَرُ, مُعَاوِيَةُ tidak menggunakan tanwin karena termasuk isim ghairu munsharif.
  • Ketika dimasuki huruf jar, kata-kata yang menggunakan tanwin dijar dengan kasrah, sedangkan kata-kata yang tidak ditanwin dijar dengan fathah.
  • Untuk kata-kata عَائِشَةُ, مَرْيَمُ, زَيْنَبُ, penjelasannya sama dengan penjelasan di atas karena termasuk isim ghairu munsharif.
Secara umum, isimisim yang tidak menerima sharf terbagi menjadi dua jenis:
  1. Isim yang menunjukkan nama.
  2. Isim yang menunjukkan sifat (keadaan suatu zat).
Isim Ghairu Munsharif yang Menunjukkan Nama
  1. Nama-nama yang menunjukkan muannats tanpa alif pada akhirnya, baik muannats karena menunjukkan nama perempuan maupun muannats lafadznya/bentuknya walaupun nama laki-laki.
Contoh :
فَاطِمَةُ، مَرْيَمُ، عَائِشَةُ، زَيْنَبُ، مُعَاوِيَةُ، طَلْحَةُ
Keterangan:
  • Kata-kata فَاطِمَةُ dan عَائِشَةُ menunjukkan muannats karena adanya ta’ marbuthah (ة) pada akhirnya dan merupakan nama-nama perempuan.
  • Kata-kata زَيْنَبُ dan مَرْيَمُ menunjukkan muannats karena merupakan nama perempuan walaupun tidak ada ta’ marbuthah (ة).
  • Kata-kata مُعَاوِيَةُ dan طَلْحَةُ termasuk isim ghairu munsharif karena menunjukkan bentuk muannats—diakhiri dengan ta’ marbuthah (ة)—tanpa alif pada akhirnya.
  • Bentuk muannats yang diakhiri dengan alif, seperti nama perempuan لَيْلَى, atau bentuk muannats زَكَرِيَّاءُ adalah termasuk isim ghairu munsharif, tetapi memiliki bentuk khusus yang akan kita bahas pada penjelasan di bawah ini.
  1. Nama-nama yang menunjukkan ujmah/asing/bukan dari Arab (اَلْعُجْمَةُ).
Contoh:
bahasa-arab-12a
  1. Nama-nama yang tersusun dari rangkaian kata (اَلتَّرْكِيْبُ).
Contoh:
بَعْلَبَكُّ، حَضْرَمَوْتُ
Keterangan:
  • Kata بَعْلَبَكُّ adalah nama suatu negeri di daerah Syam. Kata ini tersusun dari kata بَعْلٌ, yaitu nama berhala milik kaum Nabi Ilyas q, dan kata بَكٌّ, yaitu nama penduduk negeri tersebut.
  • Kata حَضْرَمَوْتُ adalah nama daerah/kota di negeri Yaman. Kata ini tersusun dari kata حَضَرَ dan مَوْتٌ.
  1. Nama-nama yang diakhiri dengan alif dan nun (ا+ن).
Contoh:
عُثْمَانُ، عَدْنَانُ، عِمْرَانُ
  1. Nama-nama yang menggunakan bentuk fi’il/kata kerja (وَزْنُ الْفِعْلِ).
Contoh:
أَحْمَدُ dari wazan (bentuk fi’il) أَفْعَلُ
تَغْلِبُ dari wazan تَفْعِلُ
يَزِيْدُ dari wazan يَفْعِلُ
نَرْجِسُ dari wazan نَفْعِلُ
  1. Nama-nama yang dibuat dari perubahan bentuk aslinya (اَلْعَدْلُ).
Contoh:
عُمَرُ، زُفَرُ، زُحَلُ
Keterangan:
Asal kata-kata ini adalah عَامِرٌ, زَافِرٌ, dan زَاحِلٌ.
Isim Ghairu Munsharif yang Menunjukkan Sifat
  1. Sifat yang diakhiri dengan alif dan nun (ا+ن).
Contoh:
Lapar                           جَوْعَانُ
Haus                            عَطْشَانُ
Mabuk                         سَكْرَانُ
Marah                         غَضْبَانُ
  1. Sifat yang dibuat dari perubahan bentuk aslinya (اَلْعَدْلُ).
Contoh:
مَثْنَى dibuat dari asalnya, yaitu اِثْنَيْنِ اِثْنَيْنِ (dua-dua)
ثُلَاثُ dibuat dari ثَلَاثًا ثَلَاثًا (tiga-tiga)
أُحَادُ dibuat dari وَاحِدًا وَاحِدًا (satu-satu)
  1. Sifat yang menggunakan bentuk fi’il (وَزْنُ الْفِعْلِ).
Contoh:
أَكْرَمُ، أَفْضَلُ، أَحْسَنُ dari bentuk fi’il أَفْعَلُ
أَكْرَمُ (paling mulia/baik)
أَفْضَلُ (paling utama)
أَحْسَنُ (paling baik)
Bentuk Khusus Isim Ghairu Munsharif
  1. Bentuk muannats yang diakhiri dengan alif, baik alif maqshurah maupun alif mamdudah.
Contoh dengan alif maqshurah:
لَيْلَى       nama perempuan
حُبْلَى     hamil
دُنْيَا       dunia
Contoh dengan alif mamdudah:
حَسْنَاءُ    perempuan-perempuan cantik
صَنْعَاءُ    ibukota Yaman
زَكَرِيَّاءُ    nama laki-laki
  1. Shighah muntahal jumu’ (صِغَةُ مُنْتَهَى الْجُمُوعِ).
Shighah muntahal jumu’ adalah semua bentuk jamak taksir yang setelah alifnya ada dua atau tiga huruf.
Contoh:
  • Setelah alif ada dua huruf:
مَسَاجِدُ   masjid-masjid
مَنَابِرُ                  mimbar-mimbar
أَفَاضِلُ    orang-orang yang utama
  • Setelah alif ada tiga huruf:
مَصَابِيْحُ   lampu-lampu
عَصَافِيْرُ burung-burung pipit
قَنَاضِيْلُ   lentera-lentera
bahasa-arab-12-d
Ringkasan
  • Isim ghairu munsharif adalah isim yang tidak menerima tanwin dan tidak menerima jar dengan kasrah, tetapi dijar dengan fathah.
Contoh:
أَحْمَدُ ← مِنْ أَحْمَدَ                       عَائِشَةُ ← مِنْ عَائِشَةَ
  • Secara umum, isim ghairu munsharif terbagi menjadi dua, yaitu isim yang menunjukkan nama dan isim yang menunjukkan sifat.
Contoh isim ghairu munsharif yang menunjukkan nama:
  1. Nama bentuk muannats tanpa diakhiri
Contoh:
عَائِشَةُ، مَرْيَمُ، مُعَاوِيَةُ
  1. Nama dengan bentuk asing/bukan Arab (اَلْعُجْمَةُ).
Contoh:
إِبْرَاهِيْمُ، إِسْمَاعِيْلُ، إِسْحَاقُ
  1. Nama dengan bentuk susunan (اَلتَّرْكِيْبُ).
Contoh:
بَعْلَبَكُّ، حَضْرَمَوْتُ
  1. Nama yang diakhiri dengan alif dan nun (ا+ن).
Contoh:
عُثْمَانُ، عَدْنَانُ، عِمْرَانُ
  1. Nama dengan bentuk fi’il/kata kerja (وَزْنُ الْفِعْلِ).
Contoh:
أَحْمَدُ، تَغْلِبُ، يَزِيْدُ، نَرْجِسُ
  1. Nama dari perubahan bentuk aslinya (اَلْعَدْلُ).
Contoh:
عُمَرُ، زُفَرُ، زُحَلُ
Contoh isim ghairu munsharif yang menunjukkan sifat:
  1. Sifat yang diakhiri dengan alif dan nun (ا+ن).
Contoh:
جَوْعَانُ، عَطْشَانُ، سَكْرَانُ، غَضْبَانُ
  1. Sifat dari perubahan bentuk aslinya (اَلْعَدْلُ).
Contoh:
أُحَادُ، مَثْنَى، ثُلَاثُ
  1. Sifat dengan bentuk fi’il (وَزْنُ الْفِعْلِ).
Contoh:
أَكْرَمُ، أَفْضَلُ، أَحْسَنُ
  • Bentuk khusus isim ghairu munsharif ada dua:
  1. Bentuk muannats yang diakhiri dengan alif.
Contoh:      لَيْلَى، حُبْلَى، حَسْنَاءُ، زَكَرِيَّاءُ
  1. Bentuk shighah muntahal jumu’.
Contoh:      مَسَاجِدُ، مَنَابِرُ، مَصَابِيْحُ، قَنَاضِيْلُ
  • Isim ghairu munsharif kembali ke hukum asalnya, yaitu dijar dengan kasrah, apabila diidhafahkan atau dimasuki alif lam (اَلْ).
Contoh:
مَرَرْتُ بِأَحْمَدِكُمْ  (idhafah)
مَرَرْتُ بِالْأَحْمَدِ  (dimasuki اَلْ)
Kantong Kosakataku
bahasa-arab-12-6
Latihan (تَمْرِيْنٌ)
Tulislah harakat akhir pada kata-kata berikut ini dan tentukanlah apakah isimisim tersebut termasuk isim ghairu munsharif atau bukan. Apabila termasuk isim ghairu munsharif, tentukanlah jenis/golongan isim ghairu munsharifnya!
Contoh:
أَحْمَدُ → isim ghairu munsharif, nama dengan bentuk fi’il.
bahasa-arab-12-c
= وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + twenty =