Kata-kata Ganti (الضَّمَائِرُ)

Al-Ustadz Abu Bakar Abdullah

الدَّرْسُ الْعَاشِرُ

(Pelajaran Kesepuluh)

الضَّمَائِرُ

(Kata-kata Ganti)

 

Pembaca, rahimakumullah.

Semoga Allah memberikan penjagaan kepada kita semua. Kita senantiasa memohon tambahan nikmat dari-Nya, dan semoga Allah terus menyempurnakan nikmat-nikmat itu di dunia dan di akhirat.

Di pelajaran kesepuluh ini kita akan membahas kata-kata ganti (اَلضَّمَائِرُ). Kata-kata ganti (اَلضَّمَائِرُ) lebih dikenal dengan bentuk mufradnya, yaitu اَلضَّمِيْرُ.

Dalam ilmu bahasa Arab, isim dhamir itu secara umum terbagi menjadi dua:

  1. اَلضَّمِيْرُ الْمُنْفَصِلُ (kata ganti yang tidak bersambung).
  2. اَلضَّمِيْرُ الْمُتَّصِلُ (kata ganti yang bersambung).

Mari kita telaah penjelasan masing-masing dari kedua isim dhamir ini.

اَلضَّمِيْرُ الْمُنْفَصِلُ (Kata Ganti yang Tidak Bersambung)

Dhamir munfashil terbagi menjadi 12:

  1. هُوَ (Dia [laki-laki]): untuk orang ketiga (yang dibicarakan), tunggal (mufrad), mudzakkar.
  2. هُمَا (Mereka berdua [laki-laki/perempuan]): untuk orang ketiga, ganda (mutsanna), baik mudzakkar maupun muannats.
  3. هُمْ (Mereka [banyak laki-laki]): untuk orang ketiga, jamak, mudzakkar.
  4. هِيَ (Dia [perempuan]): untuk orang ketiga, mufrad, muannats.
  5. هُنَّ (Mereka [banyak perempuan]): untuk orang ketiga, jamak, muannats.
  6. أَنْتَ (Kamu [laki-laki]): untuk orang kedua (lawan bicara), mufrad, mudzakkar.
  7. أَنْتُمَا (Kalian berdua [laki-laki/perempuan]): untuk orang kedua, mutsanna, baik mudzakkar maupun muannats.
  8. أَنْتُمْ (Kalian [banyak laki-laki]): untuk orang kedua, jamak, mudzakkar.
  9. أَنْتِ (Kamu [perempuan]): untuk orang kedua, mufrad, muannats.
  10. أَنْتُنَّ (Kalian [banyak perempuan]): untuk orang kedua, jamak, muannats.
  11. أَنَا (Saya [laki-laki/perempuan]): untuk orang pertama (si pembicara) mufrad, baik mudzakkar maupun muannats.
  12. نَحْنُ (Kami [laki-laki/perempuan]): untuk orang pertama, jamak, baik mudzakkar maupun muannats; digunakan juga untuk orang pertama tunggal (mufrad) yang mengagungkan dirinya.

bahasa-arab-11a

Penggunaan Isim Dhamir Munfashil dalam Kalimat

Perhatikanlah contoh-contoh kalimat berikut ini!

bahasa-arab-11bbahasa-arab-11c

Adapun penggunaan dhamir (kata ganti) untuk mutsanna, perhatikanlah contoh-contoh berikut!

  (Untuk isim mutsanna) لِلْمُثَنَّى

bahasa-arab-11d

Perhatikanlah kembali penggunaan isim dhamir munfashil dalam kalimat-kalimat berikut!

bahasa-arab-11e

 

bahasa-arab-11fbahasa-arab-11g bahasa-arab-11hbahasa-arab-11ibahasa-arab-11j

Faedah

Kata ءَايَاتٌ termasuk jamak muannats salim (jamak dengan alif dan ta’ tambahan). Isim mufradnya adalah آيَةٌ. Bentuk jamaknya serupa dengan bentuk jamak bagi isim mufrad بِنْتٌ, yaitu بَنَاتٌ, atau bentuk jamak bagi isim mufrad أُخْتٌ, yaitu أَخَوَاتٌ.

Dalil lain yang menunjukkan bahwa kata ءَايَاتٌ termasuk jamak muannats salim adalah bahwa huruf terakhir kata ini dikasrah ketika kedudukannya dalam kalimat adalah nashab. Hal ini dijelaskan dalam banyak ayat al-Qur’an, di antaranya:

bahasa-arab-11z

 

اَلضَّمِيْرُ الْمُتَّصِلُ (Kata Ganti yang Bersambung)

Ada dhamir muttashil yang bersambung dengan isim dan ada yang bersambung dengan fi’il. Contoh yang bersambung dengan isim:

bahasa-arab-11k

 

Contoh dhamir muttashil yang bersambung dengan fi’il:

bahasa-arab-11l

 

bahasa-arab-11mRingkasan

  • Secara umum, dhamir (kata ganti) terbagai menjadi dua, yaitu dhamir munfashil (kata ganti yang tidak bersambung) dan dhamir muttashil (kata ganti yang bersambung).
  • Kata ganti (هُوَ, هِيَ, هُمَا, هُنَّ) pada dhamir munfashil, dan (هُ, هَا, هُمَا, هُنَّ) pada dhamir muttashil bisa juga dipergunakan untuk selain manusia.
  • Semua kata ganti ini adalah mabni (harakat akhirnya tidak berubah, bagaimanapun kedudukan kata tersebut dalam kalimat).
  • Secara umum, kata ganti هُنَّ dipergunakan juga untuk menggantikan jamak muannats salim (jamak dengan alif dan ta’ tambahan) yang tidak berakal. Hal ini membedakannya dengan kata ganti هِيَ yang secara umum juga digunakan untuk menggantikan jamak taksir yang tidak berakal.
  • Jamak muannats salim yang tidak berakal dan jamak taksir yang tidak berakal boleh diberi sifat (na’at) dalam bentuk isim mufrad muannats atau jamak muannats.
  • Ada dhamir muttashil (kata ganti yang bersambung) yang bersambung dengan isim, dan ada yang bersambung dengan fi’il.

 

Kantong Kosakataku

Dhamir munfashil dan dhamir muttashil

bahasa-arab-11nLatihan

Perhatikanlah contoh kalimat di bawah ini!

هَذَا طَالِبٌ جَدِيْدٌ؛ هُوَ مِنْ بَلْجِيْكَا.

Buatlah kalimat seperti contoh dengan mengisi titik-titik di bawah ini dengan kata-kata yang sesuai!

bahasa-arab-11latihan

 

— اَلْحَمْدُ لِلهِ. وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ —

[1] Nashab adalah istilah untuk menunjukkan fathah atau pengganti fathah, yang akan dijelaskan pada pembahasan i’rab (perubahan akhir-akhir suatu kata), insya Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + nineteen =