Menjadi Muslimah Penuh Pesona

dunia-remaja-7Al-Ustadz Abdullah al-Jakarty

Saudariku muslimah, tahukah Anda siapa wanita salihah itu? Wanita salihah bukanlah wanita yang menilai kecantikan sebatas pada wajah dan fisik saja, bukan wanita yang berorientasi dunia semata, bukan pula wanita yang memperlihatkan kecantikannya kepada semua orang. Wanita salihah tampak dari kebaikan agama dan akhlaknya, tampak juga dari ketaatannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Wanita salihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salihah.” (HR. Muslim no. 3716)

Berikut di antara ciri-ciri dan pesona wanita salihah.

1. Menaati Allah dan Rasul-Nya.

Wanita salihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika Allah telah menetapkan sesuatu, ia tidak akan mencari pilihan lain. Tiada lain ucapannya adalah “Saya mendengar dan taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya.”

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٖ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلٗا مُّبِينٗا ٣٦

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.” (al-Ahzab: 36)

Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nyalah yang menjadi pesona wanita salihah.

2. Melaksanakan shalat lima waktu.

Shalat adalah tiang agama. Barang siapa mendirikannya, dia telah mendirikan agama; barang siapa tidak melaksanakannya, dia telah meruntuhkan agama. Di samping itu, shalat merupakan identitas seorang muslim dan ciri orang yang baik agamanya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Puncak urusan ini adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya yang tertinggi adalah jihad.” (HR. at-Tirmidzi, dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam al-Irwa’ 2/138)

Dalam hadits yang lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلاَةِ

“Sesungguhnya, pembatas antara seseorang dan kesyirikan beserta kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82 dari Jabir bin Abdillah c)

3. Mengenakan pakaian/jilbab syar’i.

Allah subhanahu wa ta’ala memerintah para muslimah untuk mengenakan pakaian yang menutupi aurat mereka. Inilah salah satu ciri wanita salihah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسٗا يُوَٰرِي سَوۡءَٰتِكُمۡ وَرِيشٗاۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ٢٦

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa, itulah yang paling baik. Hal itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (al-A’raf: 26)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ٥٩

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.’ Hal itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga tidak diganggu. Adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Ahzab: 59)

4. Rajin menuntut ilmu.

Di antara tanda dan pesona wanita salihah adalah bersemangat mencari ilmu agama. Ilmu tersebut dapat menguatkan akidah dan keimanan mereka sehingga bertambahlah ketakwaan, kekhusyukan, dan kesalihan mereka.

Diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri rahimahullah, beliau menuturkan, “Datang seorang wanita kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam , lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, para pria telah pergi membawa hadits Anda, maka berilah kami suatu hari yang khusus untuk kami menemui Anda. Berikanlah pelajaran untuk kami dengan ilmu yang telah diajarkan oleh Allah kepada Anda.’ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ‘Berkumpullah kalian pada hari ini dan itu, di tempat ini dan itu.’ Mereka pun berkumpul, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam datang dan mengajari mereka ilmu yang diajarkan oleh Allah kepada beliau.” (HR. al-Bukhari no. 101 dan Muslim no. 2633)

5. Tidak meremehkan perbuatan dosa dan maksiat.

Perbuatan dosa mempunyai dampak buruk yang sangat banyak, baik dampak buruk di dunia maupun di akhirat. Di antara ciri wanita salihah adalah tidak meremehkan perbuatan dosa dan maksiat. Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d z, beliau menuturkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ، فَإِنَّمَا مَثَلُ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ كَقَوْمٍ نَزَلُوا فِي بَطْنِ وَادٍ، فَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، وَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، حَتَّى أَنْضَجُوا خُبْزَتَهُمْ، وَإِنَّ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ مَتَى يُؤْخَذْ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكْهُ

“Janganlah kalian meremehkan dosa-dosa kecil. Sesungguhnya, perumpamaan (seseorang yang meremehkan) dosa-dosa kecil adalah seperti kaum yang turun di perut lembah, masing-masing membawa sepotong kayu sehingga dapat memasak roti mereka. Sesungguhnya, jika pelaku dosa-dosa kecil dihukum karenanya, dosa-dosa tersebut akan membinasakannya.” (HR. Ahmad no. 22808 dan ath-Thabarani no. 10349)

6. Berakhlak baik.

Di antara ciri dan pesona wanita salihah adalah berakhlak baik. Ia senantiasa berusaha menghiasi diri dengan akhlak yang baik. Sebab, dia tahu bahwa agama memerintahkan hal itu. Di samping itu, dia mengetahui keutamaan dan pahala orang yang berakhlak baik. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Tidak ada amalan seorang hamba mukmin, yang lebih berat timbangannya pada hari kiamat, daripada akhlak yang baik.” (HR. Abu Dawud no. 4682 dan at-Tirmidzi no. 1162; dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ 1/1230)

Pada sebuah kesempatan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan seseorang ke surga. Beliau bersabda,

التَّقْوَى وَحُسْنُ الْخُلُقِ

“Ketakwaan dan akhlak yang baik.” (HR. at-Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246; dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud 2/417)

7. Senantiasa berada di rumah.

Di antara ciri dan pesona wanita salihah adalah senantiasa berada di rumahnya dalam rangka menaati perintah Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَقَرۡنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“Dan hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian.” (al-Ahzab: 33)

Jika ada kebutuhan yang dibenarkan oleh agama, wanita boleh keluar dari rumah dengan memakai jilbab syar’i dan memerhatikan etika. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

قَدْ أُذِنَ أَنْ تَخْرُجْنَ فِي حَاجَتِكُنَّ

“Telah diizinkan bagi kalian (wahai para wanita,-ed.) keluar pada kebutuhan-kebutuhan kalian.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha)

8. Bersabar atas musibah yang menimpa.

Di antara ciri wanita salihah adalah bersabar atas musibah yang menimpa dirinya. Kesabarannya ini tiada lain karena taufik dari Allah, kemudian karena keimanannya terhadap takdir Allah. Berbeda halnya dengan wanita-wanita yang tidak ridha terhadap takdir Allah, yang melakukan hal-hal yang merusak kesabaran ketika mereka ditimpa musibah.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

“Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek kerah baju, dan berseru dengan seruan jahiliah (ketika mendapat musibah, -ed.)” (HR. al-Bukhari no. 1298 dan Muslim no. 103)

9. Taat kepada suami.

Di antara ciri wanita salihah—jika dia sudah bersuami—adalah senantiasa taat kepada suaminya selama bukan dalam perkara maksiat.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ

“Maka perempuan-perempuan yang salihah adalah yang taat dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka.” (an-Nisa’: 34)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu dan yang selainnya berkata tentang firman Allah subhanahu wa ta’ala   قَٰنِتَٰتٌ (Perempun-perempuan yang taat)”, bahwa maksudnya adalah perempuan-perempuan yang taat kepada suami-suami mereka. (Tafsir Ibni Katsir)

Itulah di antara ciri dan pesona wanita salihah yang akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu, berusahalah, wahai muslimah, untuk menjadi wanita salihah. Wallahu a’lam bish shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − fourteen =