Merekat Hubungan Kekerabatan

mutiara-kata-10Al-Ustadz Abdul Halim

Ibu dan ayah, kakek dan nenek, saudara-saudara dan paman-paman, serta segenap sanak kerabat kita adalah orang-orang yang memiliki hak untuk kita berbuat baik kepada mereka. Merupakan kewajiban bagi kita menjalin hubungan persaudaraan dengan mereka. Kita kunjungi mereka, kita bantu mereka. Kita bergaul dengan mereka secara baik. Kita juga berusaha membantu memperbaiki keadaan mereka dalam urusan yang berkaitan dengan dunia, lebih-lebih dalam urusan yang berkaitan dengan akhirat.

Menjalin hubungan kekerabatan merupakan bukti keimanan seseorang. Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya dia menyambung hubungan kekerabatan (silaturahmi).” (Muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam telah memberikan kabar gembira kepada kita dengan sabda beliau, “Barang siapa senang diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung hubungan kekerabatan (silaturahmi).” (Muttafaqun ‘alaih, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan keadaan orang-orang yang menyambung hubungan kekerabatan (silaturahmi), bahwasanya mereka adalah ulul albab, yaitu orang-orang yang berakal, dan balasan bagi mereka adalah surga. Allah berfirman,

وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ وَيَخَافُونَ سُوٓءَ ٱلۡحِسَابِ ٢١

“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabb mereka, dan takut kepada hisab yang buruk.” (ar-Ra’d: 21)

Al-Imam al-Qurthubi berkata dalam Tafsirnya, “Yang nampak (pada ayat ini, pent.) adalah tentang silaturahmi, dan ini adalah pendapat Qatadah dan kebanyakan ahli tafsir. Bersamaan dengan itu, maknanya mencakup seluruh bentuk ketaatan.”

Maka dari itu, jangan sampai kita lupa untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara kita, terutama ayah dan ibu kita, walaupun sekadar lewat telepon atau surat kalau memang kita tidak memiliki kemampuan untuk mengunjungi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 8 =