Surat Pembaca Edisi 07

surat-pembacaSalah Huruf

Afwan, pada rubrik Silsilah Hadits di Majalah Qonitah edisi 06 hlm. 31, tertulis ‘fii ashhaabisy syaai’, bukankah seharusnya ‘fii ashhaabisy syaati’ (diakhiri dengan ta’ marbuthah)?

Ummu Hatim – Solo

085227xxxxxx

Lafadz hadits yang ada di dalam Shahih Muslim memang tertera demikian (dengan hamzah, bukan ta’ marbuthah)[1]. Perlu diketahui, asy-sya’ juga bermakna domba. Dalam hadits ‘Umar yang sudah masyhur, dalam riwayat Muslim pula, disebutkan رعاء الشاء (para penggembala domba). Dalam ‘Aunul Ma’bud disebutkan, “Asy-sya’ adalah bentuk jamak bagi asy-syah”.

 

Suka akan Tampilan Qonitah

Alhamdulillah, saya sangat suka dengan tampilan Majalah Qonitah. Ibu saya pun ikut tertarik untuk membacanya. Barakallahu fikum.

089688xxxxxx

Walhamdulillah, segala keutamaan datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Kita meminta pertolongan kepada-Nya dalam setiap langkah dan usaha kita. Semoga manfaat yang ada di Majalah Qonitah ini bisa tersebar luas di kalangan kaum muslimin.

 

Pembahasan Darah Wanita

Alhamdulillah, telah terbit kembali Majalah Qonitah, semoga tetap istiqamah di atas jalan salafush shalih. Kepada para ustadz yang telah diberi ilmu oleh Allah dan kepada seluruh kru majalah ini, saya ucapkan jazakumullahu khairan atas diterbitkannya majalah ini, yang insya Allah sangat membantu masyarakat kita, khususnya kaum Hawa. Saya mengusulkan, bagaimana kalau majalah kesayangan kita ini memuat pembahasan seputar darah wanita, baik darah haid, nifas, maupun istihadhah? Masalah ini sangat penting diketahui, terutama oleh wanita yang masih awam. Sedikit sekali di antara mereka yang mengenal istihadhah. Bahkan, sebagian orang menganggapnya sepele, padahal masalah ini amat penting. Barakallahu fikum.

Ummu Halya – Majalengka

085317xxxxxx

Jazakillahu khairan atas doa dan masukan Anda, semoga amanat dakwah ini bisa tetap kami jaga. Pembahasan seputar darah wanita, baik darah haid, nifas maupun istihadhah, insya Allah akan kami muat di rubrik Fikih Wanita di edisi-edisi mendatang, sesuai dengan urutan silabusnya. Wafiki barakallah.

 

Serial Sirah Nabi

Masya Allah, satu lagi pemberi warna khazanah keilmuan, bahan bacaan cukup ringan untuk keluarga. Afwan, mohon dibahas sirah Nabi secara serial agar bisa menambah lengkap wawasan kita insya Allah. Barakallahu fik.

Abu Aisy – Malang

085649xxxxxx

Rubrik Resep Masakan

Alhamdulillah, Majalah Qonitah bagus, enggak bikin bosan karena banyak gambar yang menarik, memberi manfaat yang banyak bagi saya. Sekadar usulan, bagaimana jika ditambah ‘Rubrik Resep Masakan’ yang simpel. Jazakallahu khair wa barakallahu fik.

Nana – Yogyakarta

083869xxxxxx

Usulan-usulan Anda sangat bagus dan insya Allah akan kami pertimbangkan. Jazakumullahu khairan. Wafikum barakallah.

 

Penjelasan kata ‘Qadhiyun’

Afwan, saya mau tanya. Pada Majalah Muslimah Qonitah edisi 04 di Rubrik Bahasa Arab hlm. 83, penulisan kata qadhiyun bukankah seharusnya qadhin? Mohon penjelasannya.

Ibnatu Hadi

085867xxxxxx

Berikut kami sampaikan jawaban dari al-Ustadz Abu Bakr Abdullah.

“Hasil akhir penulisan kata qadhiyun memang qadhin. Qadhiyun merupakan asal dari qadhin, seperti madhin yang asalnya madhiyun. Agar tidak membuat bingung para pemula yang baru belajar bahasa Arab, dan untuk menunjukkan bahwa pada jamak tersebut ada huruf asli pada akhir kata mufradnya, kami sengaja menuliskan huruf akhirnya. Hal ini sebagaimana ditulis oleh sebagian ulama ahli nahwu dalam menjelaskan jamak tersebut. Semoga penulisan kata yang sama pada edisi-edisi mendatang bisa diperbaiki. Barakallahu fikum.”

 

Dihyah al-Kalbi

Apa arti Dihyah al-Kalbi dalam Rubrik Figur Mulia Ummu Salamah? Jazakumullahu khairan wa barakallahu fik.

089669xxxxxx

Dihyah al-Kalbi a adalah nama salah seorang sahabat Nabi ` yang telah lama masuk Islam. Beliau masuk Islam sebelum Perang Badr, tetapi belum sempat mengikuti perang tersebut. Namun, beliau tidak pernah absen dalam jihad di medan peperangan berikutnya. Beliau mendapat keutamaan yang tidak dimiliki sahabat lainnya. Di antara keutamaan yang beliau miliki, Malaikat Jibril q sering kali datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam wujud menyerupai dirinya. Demikian sekilas keterangan tentang sahabat yang mulia, Dihyah al-Kalbi. Semoga Qonitah bisa mengupas kisah beliau pada edisi-edisi mendatang. Wa fikum barakallah.

[1] Lihat Shahih Muslim bab 21 Tafadhulu Ahlil Yaman Fiihi wa Rujhani Ahlil Yaman Fiihi no. 52 (91) cet. Ibnu Hazm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × one =