Surat Pembaca Majalah Qonitah Edisi 05

surat-pembacaKurang Kata

Afwan, Qonitah edisi 3 hlm. 95 kolom 2, pada kalimat terakhir sepertinya ada kalimat yang kurang kata. Barakallahu fikum.

08572827xxxx

Kami mohon maaf atas kekurangnyamanan Anda. Yang kurang adalah kata “beriman”. Jawaban ini sekaligus sebagai ralat dari redaksi. Jazakumullahu khairan atas koreksi Anda. Wa fikum barakallah.

 

Siapa Pensyarah Haditsnya?

Pada majalah Qonitah edisi 03 hlm. 1617, mohon penjelasan tentang syarah hadits no. 1415 dan 41, itu menurut syarah hadits siapa? Afwan, kalau bisa HR. al-Bukhari, Muslim, dll. agar disertakan pula “terdapat dalam kitab apa”, mungkin bisa ditulis di catatan kaki. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyampaian saya, hal ini karena keterbatasan pengetahuan saya. Jazakumullahu khairan.

Abdullah – Tuban

Sudah jelas insya Allah pada halaman yang dimaksud bahwa hadits-hadits tersebut dinukil dari kitab Fathul Bari (hadits no. 1415) dan Jami’ul Ulum wal Hikam (hadits ke-41) yang disyarah oleh al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hambali (w. 795 H)[1]. Beliau adalah seorang ulama yang telah dikenal keilmuan, kesalehan, ketakwaan, dan kelurusan akidahnya; mumpuni dalam bidang akidah, fikih, hadits, dll.; dan telah mendapatkan banyak pujian dari ulama-ulama lainnya. Di antara karya-karya beliau adalah Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari, Jami’ul Ulum wal Hikam (penjelasan terhadap al-Arba’in an-Nawawiyyah), Syarh ‘Ilal at-Tirmidzi, dsb. Wa jazakumullahu khairan.

 

Tambah Pembahasan Tafsir al-Qur’an

Alhamdulillah, majalah Qonitah banyak memberi manfaat bagi saya. Afwan, sekadar usul, bagaimana kalau ditambah dengan pembahasan tafsir al-Qur’an per ayat atau lebih? Semoga tetap istiqamah di atas manhaj salaf. Jazakallahu khair wa barakallahu fik.

Aisyiyah – Kaltim

Walhamdulillah, segala keutamaan berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala. Pembahasan tafsir al-Qur’an sebenarnya sudah ada di rubrik “Keagungan al-Qur’an”, hanya saja tidak berurutan tiap surat. Jazakillahu khairan wafiki barakallah.

 

Banyak Ilustrasi

Alhamdulillah, Majalah Muslimah Qonitah bagus dan bahasanya mudah dipahami, tetapi banyak gambarnya. Saran saya, bukankah sebaiknya gambar diminimalkan saja, dan ruang yang ada bisa diisi dengan rubrik lain atau untuk menambah ruang konsultasi? Wallahu a’lam.

Ummu Hani’ – Klaten

085740xxxxxx

Saya pelanggan setia majalah Qonitah. Saya melihat masih ada beberapa halaman yang kosong, hanya memuat nama rubrik, seperti pada edisi ke-3 hlm. 104. Usul saya, bagaimana jika halaman tersebut dipakai untuk artikel yang lebih bermanfaat? Jazakumullahu khair.

Ummu Muhammad – Yogyakarta

Redaksi mengucapkan jazakumullahu khairan atas masukan-masukan dari pembaca sekalian. Banyak usulan senada yang masuk ke meja redaksi, semoga jawaban ini bisa mewakili semua usulan tersebut.

Terkait dengan banyaknya ilustrasi, hal ini sebenarnya kami maksudkan agar pembaca tidak cepat merasa lelah ketika membaca majalah kesayangan ini. Dengan gambar yang indah, mata akan lebih segar, apalagi setelah membaca uraian yang panjang. Di samping itu, hal ini merupakan ciri khas majalah ini, agar terkesan sebagai majalah yang cantik dan ringan, sehingga bisa diterima oleh semua elemen masyarakat. Meskipun demikian, redaksi akan berusaha meminimalkan ilustrasi, terutama yang banyak menyita halaman. Insya Allah redaksi berencana untuk menggantinya dengan rubrik yang lebih bermanfaat. Semoga Qonitah bisa tampil lebih baik pada edisi-edisi berikutnya.

 

Arti “’Azza wa Jalla

Afwan, apa arti “’Azza wa Jalla”? Jazakumullahu khairan.

085728xxxxxx

Kalimat “’Azza wa Jalla” adalah pujian bagi Allah subhanahu wa ta’ala. Maknanya adalah Mahamulia dan Mahaagung.

 

[1] Lihat Majalah Muslimah Qonitah edisi 03 Vol. 1 pada halaman yang dimaksud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 15 =