Tips Manfaat Edisi 06

tips-manfaat-6Pupuk Tanaman Ummi

Berkebun sendiri banyak manfaatnya. Cabai, tomat, pepaya, atau tanaman bunga bisa kita tanam di sekitar rumah. Dengan mengonsumsi sayur dan buah dari pekarangan sendiri, paling tidak kita bisa memastikan bahwa sayur dan buah yang kita makan bebas pestisida dan bahan kimia pupuk anorganik.

Untuk Anda, para ibu atau remaja putri yang baru belajar berkebun, ada beberapa tips bermanfaat mengenai pupuk tanaman. Pupuk untuk menyuburkan tanaman bisa Anda dapatkan dari bahan-bahan di sekitar Anda sehingga Anda tidak perlu merepotkan suami atau ayah untuk membelikan pupuk. Berikut uraiannya.

  1. Siramkan air rebusan telur yang sudah didinginkan ke tanah yang menutupi akar tanaman. Air ini mengandung banyak nutrisi bagi tanaman.
  2. Tumbuk halus cangkang, campurkan dengan tumbukan arang, lalu pupukkan ke tanaman. Setelah itu, siramlah tanaman.
  3. Menurut banyak riset, monosodium/mononatrium glutamat (MSG, vetsin) sangat berbahaya bagi kesehatan. Jika Anda baru saja “sadar” akan bahayanya, manfaatkan saja persediaan vetsin di dapur untuk memupuk tanaman. Larutkan 30 gram vetsin dalam seliter air, lalu siramkan ke media tanam sepekan sekali.
  4. Sebagaimana buahnya, kulit pisang adalah sumber fosfor dan kalium. Kulit pisang ini bisa Anda manfaatkan sebagai Angin-anginkan kulit pisang selama sekitar tiga hari—agar tidak berjamur—sampai kering dan kecoklatan. Setelah itu, tumbuk halus kulit kering tersebut, lalu taburkan ke media tanam setiap pagi dan sore. Pupuk kulit pisang bagus untuk berbagai tanaman, seperti mawar, kentang, dan tomat.

Membuat Kompos Sederhana

Limbah dapur, seperti kulit buah, bagian sayuran yang tidak dimasak, kulit telur, dll, dapat dijadikan kompos untuk tanaman, termasuk tanaman hias. Pembuatan kompos berikut ini sederhana dan cocok bagi rumah tangga dengan lahan terbatas atau tanpa lahan sama sekali di sekitar rumah.

Untuk wadah kompos, manfaatkan pot bunga yang tidak terpakai, atau jika tidak ada, gunakan kantong plastik. Buatlah lubang-lubang kecil di bagian bawah kantong plastik atau pot agar air dari sampah bisa merembes keluar.

Jika lahan Anda terbatas, tanam pot atau kantong plastik di tanah dengan kedalaman mulut pot/kantong plastik sekitar 10 cm dari permukaan tanah. Masukkan sampah dapur ke wadah tersebut setiap hari, dan taburkan serbuk gergaji atau tanah secara berkala. Kalau ada kotoran binatang, tambahkan ke dalam wadah tersebut. Jika wadah sudah penuh, tutup dengan tanah. Setelah 2—3 bulan, angin-anginkan kompos selama dua pekan. Setelah itu, insya Allah kompos siap digunakan sebagai pupuk organik.

Jika Anda tidak memiliki lahan, letakkan kantong plastik atau pot pada tatakan yang bisa menampung rembesan air dari sampah di dalamnya. Masukkan sampah dapur ke wadah setiap hari, dan tambahkan serbuk gergaji atau tanah secara berkala, demikian juga kotoran hewan jika ada. Setelah dua bulan, insya Allah sampah dapur sudah menjadi kompos yang siap digunakan sebagai media tanam.

Wallahu a’lam.

(Kusuma Wardhani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 20 =